Marquez Akui Tak Gentar Hadapi Siapa pun

 

Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, menegaskan dirinya tidak takut dengan para pesaingnya di ajang MotoGP 2018. Ia mengatakan hanya akan fokus untuk mengejar gelar juara tanpa mempedulikan siapa yang akan menjadi lawannya.

Pada seri pembuka MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, akhir pekan lalu itu, Marquez harus puas berada di urutan kedua. Ia terpaut 0,027 detik dari pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, yang menjadi pemenang pada balapan tersebut. Akan tetapi, pembalap berpaspor Spanyol itu senang atas pencapaiannya saat di balapan seri pembuka itu.

Maklum saja, pasalnya selama ini Sirkuit Losail sering kali dianggap bukan arena balap yang bersahabat bagi para pengendara motor Honda. Kendati demikian, juara dunia MotoGP empat kali itu mengaku siap mengarungi musim ini dengan baik.

BACA JUGA : 5 Hal Menarik Tentang Fenomena Hari Tanpa Bayangan

situs judi online

“Bukan masalah siapanya, saya hanya ingin berjuang untuk mendapatkan gelar. Itulah tujuan saya. Saya tidak tertarik dengan namanya. Andrea (Dovizioso) adalah lawan terkuat saya musim lalu. Dan sekali lagi, di tahun ini dia memulai dengan awal yang baik,” ucap Marquez, mengutip dari Speedweek, Rabu (21/3/2018).

“Akan tetapi, banyak pembalap yang akan lebih cepat di musim ini. Ada banyak pembicaraan tentang nama-nama itu. Namun, ketika balapan sudah terjadi, Anda hanya akan menemukan nama-nama pembalap yang sama di peringkat teratas. Valentino Rossi (Movistar Yamaha), Maverick Vinales (Movistar Yamaha), dan Dani Pedrosa (Repsol Honda) sudah pasti ada,” lanjut Juara Dunia MotoGP 2017 itu.

Pada balapan di Sirkuit Losail akhir pekan lalu, bisa dibilang sebagai balapan ulang musim 2017, di mana Dovizioso dan Marquez saling bersaing ketat untuk keluar sebagai pemenang. Akan tetapi, pada akhirnya rider berjuluk The Baby Alien itu, harus mengakui keunggulan sang pembalap Ducati. Padahal, di tikungan terakhir, Marquez sempat menyalip Dovizioso, namun nahas baginya, rider berpaspor Italia itu langsung kembali di posisi terdepan ketika lintasan lurus.

“Saya sudah kalah di tikungan terakhir, di arena balapan yang paling sulit menurut kami. Itu tidak apa-apa. Namun, hal itu tidak boleh terjadi lagi. Saya harus menyerang. Saya tahu (saat itu) saya sudah berada pada batasnya. Saya sudah mencoba dan sekarang saya bisa tidur dengan tenang,” tutup rekan satu tim Pedrosa itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*